ABSTRAK:
Persepsi adalah proses pemahaman ataupun
pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Sedangakan atribut
adalah kualitas lingkungan yang dirasakan sebagai pengalamnan manusia dan
merupakan hasil produk interaksi antara perilaku individu / kelompok dalam suatu
organisasi dengan settingnya. Mahasiswa Arsitektur Universitas Diponegoro
sendiri, konsultasi adalah kegiatan yang sangat rutin dilakukan. Proses
konsultasi tersebut bukan hanya melibatkan antara mahasiswa dengan dosen,
tetapi juga antara mahasiswa, dosen dengan lingkungan, yang dinamakan konsep
atribut. Setiap mahasiswa bisa saja
mempunyai persepsi dan atribut yang berbeda-beda disaat proses konsultasi. Dari
perbedaan-perbedaan tersebut, maka tiap mahasiswa juga akan mempunyai bayangan
lingkungan (ruang) yang cocok untuk melakukan proses konsultasi yang
berbeda-beda pula, agar mereka dapat merasa optimal dan maksimal dalam
melakukan proses konsultasi.
Kata
kunci : persepsi, atribut, konsultasi, mahasiswa
Pendahuluan
Mahasiswa adalah mahluk
sosial yang selalu melakukan berbagai aktifitas baik di lingkungan tempat
tinggalnya maupun di lingkungan kampus. Ketika berada di lingkungan kampus,
mahasiswa berinteraksi dengan mahasiswa lain maupun dengan para dosen. Salah
satu bentuk interaksi mahasiswa dengan dosen-dosen di kampus adalah dalam
bentuk proses konsultasi (asistensi).
Konsultasi menurut wiktionary adalah sebuah pertemuan atau konferensi untuk saling bertukar informasi dan saran. Konsultasi didefinisikan oleh Audit Commission (1999) sebagai sebuah proses dialog yang mengarah kepada sebuah keputusan.
Proses konsultasi bukan hanya
melibatkan antara mahasiswa dengan dosen, tetapi juga antara mahasiswa, dosen
dengan lingkungan, yang dinamakan konsep atribut. Atribut ini dalam proses
konsultasi akan menghasilkan persepsi berperilaku (khususnya kenyamananan) saat
konsultasi.
Setiap mahasiswa bisa saja
mempunyai persepsi dan atribut yang berbeda-beda disaat proses konsultasi. Hal
ini diantaranya dipengaruhi oleh jenis kelamin, lama konsultasi, kondisi fisik
(misalnya berat badan), dll.
Karena setiap
mahasiswa mempunyai persepsi yang berbeda-beda, maka tiap mahasiswa juga akan
mempunyai bayangan lingkungan (ruang) yang cocok untuk melakukan proses
konsultasi yang berbeda-beda pula, agar mereka dapat merasa optimal dan
maksimal dalam melakukan proses konsultasi.
baca selengkap nya :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar