Rabu, 05 Oktober 2011

Karakteristik Atribut dan Persepsi Mahasiswa Arsitektur Undip dalam Proses Konsultasi


 ABSTRAK: Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Sedangakan atribut adalah kualitas lingkungan yang dirasakan sebagai pengalamnan manusia dan merupakan hasil produk interaksi antara perilaku individu / kelompok dalam suatu organisasi dengan settingnya. Mahasiswa Arsitektur Universitas Diponegoro sendiri, konsultasi adalah kegiatan yang sangat rutin dilakukan. Proses konsultasi tersebut bukan hanya melibatkan antara mahasiswa dengan dosen, tetapi juga antara mahasiswa, dosen dengan lingkungan, yang dinamakan konsep atribut. Setiap mahasiswa bisa saja mempunyai persepsi dan atribut yang berbeda-beda disaat proses konsultasi. Dari perbedaan-perbedaan tersebut, maka tiap mahasiswa juga akan mempunyai bayangan lingkungan (ruang) yang cocok untuk melakukan proses konsultasi yang berbeda-beda pula, agar mereka dapat merasa optimal dan maksimal dalam melakukan proses konsultasi.
Kata kunci : persepsi, atribut, konsultasi, mahasiswa

Pendahuluan
Mahasiswa adalah mahluk sosial yang selalu melakukan berbagai aktifitas baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun di lingkungan kampus. Ketika berada di lingkungan kampus, mahasiswa berinteraksi dengan mahasiswa lain maupun dengan para dosen. Salah satu bentuk interaksi mahasiswa dengan dosen-dosen di kampus adalah dalam bentuk proses konsultasi (asistensi).

Konsultasi menurut wiktionary adalah sebuah pertemuan atau konferensi untuk saling bertukar informasi dan saran. Konsultasi didefinisikan oleh Audit Commission (1999) sebagai sebuah proses dialog yang mengarah kepada sebuah keputusan.

Proses konsultasi bukan hanya melibatkan antara mahasiswa dengan dosen, tetapi juga antara mahasiswa, dosen dengan lingkungan, yang dinamakan konsep atribut. Atribut ini dalam proses konsultasi akan menghasilkan persepsi berperilaku (khususnya kenyamananan) saat konsultasi.

Setiap mahasiswa bisa saja mempunyai persepsi dan atribut yang berbeda-beda disaat proses konsultasi. Hal ini diantaranya dipengaruhi oleh jenis kelamin, lama konsultasi, kondisi fisik (misalnya berat badan), dll.
Karena setiap mahasiswa mempunyai persepsi yang berbeda-beda, maka tiap mahasiswa juga akan mempunyai bayangan lingkungan (ruang) yang cocok untuk melakukan proses konsultasi yang berbeda-beda pula, agar mereka dapat merasa optimal dan maksimal dalam melakukan proses konsultasi.


baca selengkap nya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar