Tampilkan postingan dengan label TuLisanKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TuLisanKu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Januari 2012

4th Month

Sesuai judul nya...yah ini memang mengenai 4 bulan saya bersama dia..wah..serasa sudah lama kali..yah mungkin karena "jarak" ini sehingga buat terasa lama...hehheee

Yah di hari ke 4TH Month ini sy mengirimi dia sms yang merupakan isi hati sy saat ini..ini dia isi sms nya :
...."Pacar bagi saya bukan hanya sekedar orang yang kita cintai, kita sayang, tempat berbagi suka duka, tempat untuk saling berbagi cinta...tp jauh lebih dalam lagi, pacar itu "calon jodoh" kita...mungkin saja pacar kita yang sekarang adalah orang yang akan bersama kita melewati sisa hidup kita di dunia ini...jadi sudah sepantasnya kita menjaga pacar kita..karena dia adalah orang yang sangat penting dan berarti di kehidupan kita..itulah posisi rhini di kehidupan appang"...

Tidak bisa saya pungkiri..memang perasaan kali ini sungguh berbeda dengan yang dulu...saya lebih bisa merasakan cinta tulus dari dia....tak bisa di pungkiri saya selalu merindukan dia yang jauh disana....yang dengan kesabaran nya menunggu saya pulang....itu lah yang membuat saya selalu mencintai dia...

harapan ku di 4TH Month ini :
...Semoga dia makin cinta ke saya...aminn
...Semoga dia tambah manja ke saya...amin
...Semoga dia selalu sabar menunggu saya...amin
...Semoga dia ndak susah lagi dibuat tersenyum kalo lagi "mo'jo"...hehe..aminn
...n yang paling terpenting..
Semoga kita berdua bisa langgeng, hingga takdir yang memisahkan kita....amin..amin..amin




*I LOVE YOU...Rhini Hasriani...
...always LOVE U in my heart.....

12-09-2011 ------> 12-01-2012

Jumat, 11 November 2011

2nd Moon

12-11-2011 adalah buLan kedua sy bersamanya. Banyak canda, berbagi suka, duka, saling support, saling bertukar pendapat, saling gila-gilaan yang telah kami lewati. Saya sangat beryukur bisa bersama nya, karena baru kali ini saya bisa merasakan yang namanya saling jatuh cinta. spesial untuk hari ini ada sepenggal puisi buat yang terspesial...^^



R hini…
H idupku lebih berwarna bersamamu…
I   ngin ku selalu menjagamu
N amun Karena jarak yang memisahkanmu dariku, membuat..
I   will always miss u…

H  ilanglah sudah seluruh dukaku....
A  ku pun bersyukur karena dapat bersamamu....
S  ederhana, dewasa, n jujur....
R  hini itu lah yg kukenal...                                               
I   ngin ku membahagiakanmu…
A  ndaikan aku bisa memohon kepada-Mu…
N antinya aku ingin dia yang terakhir bagiku…
I  will always Love u…


n sya akan selalu berdoa agar kita bisa selamanya bersama...amin ^^...


Minggu, 09 Oktober 2011

Sore Hari

Sore hari di pantai Parangtritis, Indonesia...saat matahari sudah mau duduk diperaduaannya...

waktu itu disana ada sebuah kapal karam, jadi terinisiatif deh buat jadiin objek foto..^^


wah..efek sinar mataharinya lumayan dapat \^^/...


ini mataharinya ketutup awan... :( ..jadi hasilnya gitu deh...


kameranya sekali-kali dimiringkan deh..eh, ternyara lumayan bagus juga hasilnya...


ini kedua temanya saya..coba mataharinya kagak ketutup awan..kayaknya hasilnya bisa lebih bagus


Ini objeknya sudah bukan kapal yang tadi lagi..tp Delman...disana banyak delman dipinggir pantai..


awas!!! Delmannya datang ^^


Apa kagak berat tuh angkat matahari???


wah mataharinya udah mau turun nih...


dan diakhiri dengan kisah cinta dari sepasang kekasih...^^



Minggu, 02 Oktober 2011

Konservasi Kasawan Kota Lama Semarang

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pelestarian dalam bangunan maupun arsitektur perkotaan merupakan salah satu daya tarik bagi sebuah kawasan. Dengan terpeliharanya satu bangunan kuno-bersejarah pada suatu kawasan akan memberikan ikatan kesinambungan yang erat, antara masa kini dan masa lalu. Seorang ahli hukum dari Universitas Kopenhagen, Denmark, JJA Worsaae pada abad ke-19 mengatakan, ”bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak hanya melihat masa kini dan masa mendatang, tetapi mau berpaling ke masa lampau untuk menyimak perjalanan yang dilaluinya. Melihat hal tersebut, maka masa lalu yang diungkapkan dengan keberadaan fisik dari bangunan kuno-bersejarah akan ikut menentukan dan memberikan identitas yang khas bagi suatu kawasan perkotaan di masa mendatang.

Indonesia yang sudah berumur ratusan tahun sudah pasti memiliki bangunan kuno yang bersejarah yang merupakan peninggalan dari para penjajah dulu. Bangunan itu pun tersebar di seluruh pelosok negeri di Indnesia, salah satunya di Semarang. Sebuah kompleks bangunan kuno yang dahulunya merupakan pusat kota pada zaman kolonial Belanda terdapat di Semarang. Kompleks bangunan itu pun terkenal dengan sebutan Kota Lama Semarang. Kawasan Kota Lama sebenarnya merupakan pusat kota Semarang yang asli, dimana tampak berbagai bangunan pemerintahan dan sejumlah bangunan pendukung lain sebagai unsur kawasan pusat kota dengan gaya arsitektur Belanda.

Kota Lama sebagai salah satu aset yang dimiliki Kota Semarang beserta sejumlah bangunan bernilai sejarah yang tinggi tersebut, menuntut penanganan secara serius pihak Pemerintah Kota Semarang. Hal tersebut mutlak diperlukan sebagai upaya pelestarian terhadap nilai sejarah Kota Semarang mengingat Kota Lama merupakan salah satu dari sejumlah kawasan yang dapat meningkatkan pendapatan derah khususnya dari kedatangan wisatawan.

Kota Lama sebagai sesuatu yang berdiri di tengah perubahan yang terus berlangsung, tentu saja tidak bisa terhindar dari tumbuhnya banguan baru di kawasannya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang perlu melakukan konservasi terhadap Kota Lama, sehingga dapat menjaga nilai arsitektural bangunan kuno yang terdapat didalamnya.

B. Rumusan Masalah
Beberapa rumusan masalah yang timbul antara lain :
  1. Apakah yang dimaksud dengan pelestarian arsitektur?
  2. Bagaimana pelestarian arsitektur di Kota Lama?
  3. Apa upaya yang ditempuh Pemerintah Kota Semarang untuk menjaga nilai-nilai arsitektur dari bangunan kuno yang terdapat di Kota Lama?
C. Tujuan
Tujuan dari karya tulis ini antara lain :
  1. Memberikan informasi mengenai pentingnya pelestarian pada bangunan-bangunan kuno.
  2. Memberikan referensi kepada khalayak umum agar melestarikan Kota Lama Semarang yang banyak menyimpan sejarah Kota Semarang.
  3.  Membantu Pemerintah Kota Semarang untuk menjadikan Kawasa Kota Lama sebagai wilayah konservasi di kota Semarang



PEMBAHASAN


A. Pengertian Konservasi/Pelestarian
Konservasi secara umum diartikan pelestarian namun demikian dalam khasanah para pakar konservasi ternyata memiliki serangkaian pengertian yang berbeda-beda implikasinya. Istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site (ICOMOS) tahun 1981 yang dikenal dengan Burra Charter

Burra Charter menyebutkan “konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung didalamnya terpelihara dengan baik.” Pengertian ini sebenarnya perlu diperluas lebih spesifik yaitu pemeliharaan morfologi (bentuk fisik) dan fungsinya. Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut. Bila dikaitkan dengan kawasan maka konservasi kawasan atau sub bagian kota mencakup suatu upaya pencegahan adanya aktivitas perubahan sosial atau pemanfaatan yang tidak sesuai dan bukan secara fisik saja.

Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keaslian dan perawatannya, namun tidak mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas.  Konsep pelestarian yang dinamik tidak hanya mendapatkan tujuan pemeliharaan bangunan tercapai namun dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan lain bagi pemakainya. Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan. Dan pelestarian merupakan upaya untuk menciptakan pusaka budaya masa mendatang (future heritage), seperti kata sejarawan bahwa sejarah adalah masa depan bangsa. Masa kini dan masa depan adalah masa lalu generasi berikutnya.

B. Bentuk-bentuk Konservasi/Pelestarian

Bentuk-bentuk dari kegiatan konservasi antara lain :


Restorasi (dalam konteks yang lebih luas) ialah kegiatan mengembalikan bentukan fisik suatu tempat kepada kondisi sebelumnya dengan menghilangkan tambahan-tambahan atau merakit kembali komponen eksisting menggunakan material baru.

Restorasi (dalam konteks terbatas) ialah kegiatan pemugaran untuk mengembalikan bangunan dan lingkungan cagar budaya semirip mungkin ke bentuk asalnya berdasarkan data pendukung tentang bentuk arsitektur dan struktur pada keadaan asal tersebut dan agar persyaratan teknis bangunan terpenuhi. (Ref.UNESCO.PP. 36/2005).

Preservasi (dalam konteks yang luas) ialah kegiatan pemeliharaan bentukan fisik suatu tempat dalam kondisi eksisting dan memperlambat bentukan fisik tersebut dari proses kerusakan.

Preservasi (dalam konteks yang terbatas) ialah bagian dari perawatan dan pemeliharaan yang intinya adalah mempertahankan keadaan sekarang dari bangunan dan lingkungan cagar budaya agar kelayakan fungsinya terjaga baik (Ref. UNESCO.PP. 36/2005).

Konservasi ( dalam konteks yang luas) ialah semua proses pengelolaan suatu tempat hingga terjaga signifikasi budayanya. Hal ini termasuk pemeliharaan dan mungkin (karena kondisinya) termasuk tindakan preservasi, restorasi, rekonstruksi, konsoilidasi serta revitalisasi. Biasanya kegiatan ini merupakan kombinasi dari beberapa tindakan tersebut.

Konservasi (dalam konteks terbatas) dari bangunan dan lingkungan ialah upaya perbaikan dalam rangka pemugaran yang menitikberatkan pada pembersihan dan pengawasan bahan yang digunakan sebagai kontsruksi bangunan, agar persyaratan teknis bangunan terpenuhi. (Ref. UNESCO.PP. 36/2005).

Rekonstruksi ialah kegiatan pemugaran untuk membangun kembali dan memperbaiki seakurat mungkin bangunan dan lingkungan yang hancur akibat bencana alam, bencana lainnya, rusak akibat terbengkalai atau keharusan pindah lokasi karena salah satu sebab yang darurat, dengan menggunakan bahan yang tersisa atau terselamatkan dengan penambahan bahan bangunan baru dan menjadikan bangunan tersebut layak fungsi dan memenuhi persyaratan teknis. (Ref. UNESCO.PP. 36/2005).

Konsolidasi ialah kegiatan pemugaran yang menitikberatkan pada pekerjaan memperkuat, memperkokoh struktur yang rusak atau melemah secara umum agar persyaratan teknis bangunan terpenuhi dan bangunan tetap layak fungsi. Konsolidasi bangunan dapat juga disebut dengan istilah stabilisasi kalau bagian struktur yang rusak atau melemah bersifat membahayakan terhadap kekuatan struktur.

Revitalisasi ialah kegiatan pemugaran yang bersasaran untuk mendapatkan nilai tambah yang optimal secara ekonomi, sosial, dan budaya dalam pemanfaatan bangunan dan lingkungan cagar budaya dan dapat sebagai bagian dari revitalisasi kawasan kota lama untuk mencegah hilangnya aset-aset kota yang bernilai sejarah karena kawasan tersebut mengalami penurunan produktivitas. (Ref. UNESCO.PP. 36/2005, Ditjen PU-Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan).

Pemugaran adalah kegiatan memperbaiki atau memulihkan kembali bangunan gedung dan lingkungan cagar budaya ke bentuk aslinya dan dapat mencakup pekerjaan perbaikan struktur yang bisa dipertanggungjawabkan dari segi arkeologis, histories dan teknis. (Ref. PP.36/2005). Kegiatan pemulihan arsitektur bangunan gedung dan lingkungan cagar budaya yang disamping perbaikan kondisi fisiknya juga demi pemanfaatannya secara fungsional yang memenuhi persyaratan keandalan bangunan.

C. Obyek Konservasi
 Suatu bangunan dapat dikatakan sebagai bangunan konservasi  atau cagar budaya sehingga dikenai aturan untuk melestarikannya mengacu pada kriteria yang telah ditentukan. Adapun kriteria obyek atau benda atau lingkungan atau kawasan sebagai bagian dari kota yang yang harus dilestarikan menurut National Register of Historic Places, National Park Service US Departement of Interior antara lain :

  1. Obyek yang berkaitan dengan suatu momentum atau peristiwa signifikan baik dari kesejarahan dan kebudayaan yang menandai perjalanan suatu bangsa.
  2. Kaitan dengan kehidupan tokoh atau komunitas yang cukup penting dalam sejarah dan kebudayaan. Misalnya, keberadaan rumah-rumah Betawi di Condet yang menunjukkan bahwa pada masa itu merupakan lingkungan Betawi.
  3. Obyek adalah wujud atau representasi dari suatu karakter, karya, gaya, tipe, periode, teknologi, dan metode pembangunan yang memiliki nilai artistik tinggi.
Kategori obyek konservasi sebagai berikut :
  1. Obyek keagamaan berupa peninggalan arsitektur atau karya yang bernilai keagamaan.
  2. Bangunan atau bentuk struktur yang telah dipindahkan dari lokasi eksisting yang memiliki nilai signifikan dalam arsitektur atau bentuk struktur yang masih bertahan terkait dalam peristiwa sejarah tokoh tertentu.
  3. Rumah, kantor, atau ruang aktivitas atau makam tokoh terkenal dalam sejarah, dengan catatan tidak ada tempat atau bangunan lain yang terkait dengan riwayat hidupnya.
  4. Bangunan pada masa tertentu yang memiliki keunikan desain, gaya atau berkaitan dengan peristiwa sejarah tertentu.
  5. Bangunan hasil rekonstruksi an merupakan satu-satunya bangunan yang dapat diselamatkan.
  6. Obyek berusia 50 tahun yang memberi nilai yang cukup signifikan atau pengecualian yang dianggap penting.
Department of the Environment Circulars 23/77 The secretary of state for wales mengeluarkan aturan mengenai obyek konservasi, yaitu :
  1. Semua bangunan yang didirikan sebelum tahun 1700 yang masih bertahan sesuai dengan kondisi aslinya.
  2. Bangunan dari tahun 1700 – 1914 yang mempunyai kualitas dan karakter khusus saja, selesksi didasarkan pada prinsip membangun arsitek tertentu.
  3. Pemilihan bangunan didasarkan pada : (1) Special value, (berdasarkan tipe arsitektural atau gambar kehidupan social ekonomi masa tertentu, contohnya : bangunan industri, stasiun, sekolah, rumah sakit, balai kota), (2) Hasil aplikasi perkembangan teknologi (contoh bangunan struktur baja atau awal penggunaan beton), (3) Berkaitan sengan sejarah atau tokoh tertentu, (4) Group value (contoh hasil perencanaan kota) misalnya bangunan kota pada tahun 1914-1939 adalah dari jenis –jenis bangunan yang mewakili hasil arsitektur periodenya.
  4. Pengembangan jenis bangunan adalah sebagai berikut : (a) Jenis langgam bangunan : Modern, Klasik, Vernaculer, (b) Jenis fungsi bangunan: bangunan peribadatan, bangunan rekreasi publik, bangunan perkantoran dan komersial, bangunan pendidikan, bangunan perumahan, bangunan pelayanan publik, bangunan transportasi, (c) Bangunan yang mewakili karya arsitek tertentu tiap periode.
D. Sejarah Kota Lama
Kota Lama Semarang terletak di Kelurahan Bandarharjo, kecamatan Semarang Utara. Batas Kota Lama Semarang adalah sebelah Utara Jalan Merak dengan stasiun Tawang-nya, sebelah Timur berupa Jalan Cendrawasih, sebelah Selatan adalah Jalan Sendowo dan sebelah Barat berupa Jalan Mpu Tantular dan sepanjang sungai Semarang. Luas Kota Lama Semarang sekitar 0,3125 km2.

Seperti kota-kota lainnya yang berada di bawah pemerintahan kolonial Belanda, dibangun pula benteng sebagai pusat militer. Benteng ini berbentuk segi lima dan pertama kali dibangun di sisi barat kota lama Semarang saat ini. Benteng ini hanya memiliki satu gerbang di sisi selatannya dan lima menara pengawas. Kemudian permukiman Belanda mulai bertumbuh di sisi Timur benteng “Vijfhoek”. Banyak rumah, gereja dan bangunan perkantoran dibangun di pemukiman ini. Pemukiman ini adalah cikal bakal dari kota lama Semarang. Pemukiman ini terkenal dengan nama “de Europeeshe Buurt”. Bentuk tata kota dan arsitektur pemukiman ini dibentuk mirip dengan tata kota dan arsitektur di Belanda. Kali Semarang dibentuk menyerupai Kanal-kanal di Belanda. Pada masa itu benteng Viffjhoek belum menyatu dengan pemukiman Belanda.

Kota lama Semarang direncanakan sebagai pusat dari pemerintahan kolonial Belanda dengan banyak bangunan kolonialnya. Ini terjadi setelah penandatanganan perjanjian antara Mataram dan VOC pada tanggal 15 Januari 1678. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan, bahwa Semarang sebagai Pelabuhan utama kerajaan Mataram telah diserahkan kepada pihak VOC, karena VOC membantu Mataram menumpas pemberontakan Trunojoyo. Mulai tahun 1705, Semarang menjadi milik secara penuh VOC. Sejak saat itu mulai muncul banyak pemberontakan dan suasana menjadi tidak aman lagi. Belanda membangun benteng untuk melindungi pemukimannya. Benteng yang terletak di sisi barat kota lama ini di bongkar dan dibangun benteng baru yang melindungi seluruh kota lama Semarang.

Kehidupan di dalam Benteng berkembang dengan baik. Mulai banyak bermunculan bangunan-bangunan 
baru. Pemerintah Kolonial Belanda membangun gereja Kristen baru yang bernama gereja “Emmanuel” yang sekarang terkenal dengan nama “Gereja Blenduk”. Pada sebelah utara Benteng dibangun Pusat komando militer untuk menjamin pertahanan dan keamanan di dalam benteng.

Pada tahun 1824 gerbang dan menara pengawas benteng ini mulai dirobohkan. Orang Belanda dan orang Eropa lainnya mulai menempati pemukiman di sekitar Jalan Bojong (sekarang jalan Pemuda). Pada era ini kota lama Semarang telah tumbuh menjadi kota kecil yang lengkap. Pada saat pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811), dibangun jalan post (Postweg) antara Anyer dan Panarukan. Jalan “de Heerenstraat” (sekarang jalan Let. Jend.Suprapto) menjadi bagian dari jalan post tersebut (van Lier, H.P.J. 1928).

Seperempat abad setelah berakhirnya VOC, pemukiman Belanda mulai berkembang ke Jalan Bojong, ke arah Barat (jalan Daendels) dan di sepanjang jalan Mataram. Menjelang abad 20,  Kota Lama semakin berkembang pesat dan banyak dibangun kantor perdagangan, bank, kantor asuransi, notaris, hotel, dan pertokoan. Di sisi Timur gereja Belenduk, dibangun lapangan terbuka yang digunakan untuk parade militer atau pertunjukan musik di sore hari (van Velsen M.M.F. 1931).

Kawasan Kota Lama Semarang dibentuk sesuai dengan konsep perancangan kota-kota di Eropa, baik secara struktur kawasan maupun citra estetis arsitekturalnya. Kawasan ini memiliki pola yang memusat dengan bangunan pemerintahan dan Gereja Blenduk sebagai pusatnya. Pola perancangan kota tersebut sama seperti perancangan kota- kota di Eropa. Sementara pada karakter arsitektur bangunan, kekhasan arsitektur bangunan di kawasan ini ditunjukkan melalui penampilan detail bangunan, ornamen-ornamen, serta unsur-unsur dekoratif pada elemen-elemen arsitekturalnya. Dengan keberadaan Kota Lama Semarang, citra arsitektur Eropa telah hadir dan menambah nuansa keberagaman arsitektur di Jawa Tengah dan daerah-daerah sekitarnya, dan pada gilirannya memperkaya khazanah arsitektur di negeri ini.

E. Kota Lama Sebagai Obyek Konservasi
Kota Lama menyimpan banyak sejarah Indonesia ketika dijajah oleh Belanda. Kawasan yang dipenuhi oleh bangunan-bangunan kuno yang mempunyai nilai arsitektur tinggi ini sudah menjadi cagar budaya Indonesia yang patut di konservasi. Berdasarkan  Undang-Undang No 5 Tahun 1992 dikemukakan yang dimaksud dengan benda cagar budaya adalah : (dalam Bab 1 pasal 1) yaitu : (1)  Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak, yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagian atau sisa sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; (2) Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Kawasan Kota Lama memiliki sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh dan mempunyai sejarah Kolonialisme di Semarang yang patut dikonservasi. Beberapa di antaranya yaitu :

MERCUSUAR
Bangunan ini dibangun pada tahun 1884. Pembangunan mercusuar ini berkaitan dengan pembangunan kota Semarang sebagai kota Pelabuhan oleh Pemerintah kolonial untuk pengangkutan ekspor gula ke dunia.

STASIUN K.A. TAWANG
Stasiun Tambak Sari di Jalan Pengapon, dibangun oleh (NEDERLANDSCHE INDISCHE SPOORWEGMAATSCHARIJ), Diresmikan oleh Gubenur Jenderal MR. BARON SLOET VAN DE BEELE. Stasiun ini menggantikan stasiun sebelumnya yang dibangun pada 16 Juni 1864 – 10 Februari 1870 yang melayani jalur Semarang – Jogja – Solo. Karena stasiun itu tidak memenuhi syarat lagi, akibat bertambahnya volume pengangkutan maka dibangunlah Stasiun Tawang. Arsitek gedung ini adalah JP DE BORDES. Bangunan ini selesai dibangun pada bulan Mei 1914.
Bangunan ini mempunyai langgam arsitektur yang Indische yang sesuai dengan kondisi daerah tropis. bangunan ini mempunyai sumbu visual dengan Gereja Blenduk sehingga menambah nilai kawasan. Bangunan ini termasuk “tetenger” Kota Semarang.

PT. MASSCOM GRAPHY
Bangunan ini terletak di Jl. Merak 11 – 15. Gedung ini semula dimiliki oleh HET NOORDEN yaitu surat kabar berbahasa Belanda. Gedung ini mempunyai nilai yang tinggi merupakan cikal bakal dunia pers di Semarang. Saat ini bangunan ini dialih gunakan untuk PT. MASSCOM GRAPHY yang merupakan perusahaan percetakan surat kabar di Suara Merdeka Group.

GEREJA BLENDUK
Berusia lebih dari 200 tahun dan dijadikan “tetenger” (Landmark) kota Semarang. Terletak di Jalan Let Jend. Suprapto No.32. Bangunan ini mulai berdiri pada tahun 1753, digunakan untuk gereja NEDERLANDSCHE INDISCHE KERK. Gedung ini diperbaiki lagi pada tahun 1756, 1787, dan 1794. Pada tahun 1894 bangunan ini dirombak seperti keadaan sekarang. Arsitek pembangunan ini adalah HPA DE WILDE dan WWESTMAS. Keberadaan gereja ini berperan besar terhadap perkembangan agama kristen di Semarang.

SUSTERAN ORDO FRANSISKAN
Bangunan ini terletak di Jl. Ronggowarsito No. 8. Semula pada tahun 1808 Pastur LAMBERTS PRINSEN memprakarsai pendirian rumah yatim piatu Katholik untuk putra diberi nama WEESHUIS. Pada tahun 1870 datang sekelompok suster dari Ordo FRANSISKAN ke Semarang, kemudian seorang arsitek bangsa Belanda M. NIESTMAN merancang bangunan di lokasi tersebut untuk susteran. Pembangunan dimulai pada tanggal 16 Februari 1906.  Komplek ini memanjang dari Jl.R. Patah sampai Jl. Stasiun Tawang. Sebelum kemerdekaan bangunan ini pernah digunakan untuk markas tentara GURKHA.

KANTOR TELEKOMUNIKASI
Bangunan ini terletak di Jl. Let Jend Suprpto No. 7. Bangunan ini didirikan sekitar tahun 1907 bersamaan dengan Kantor Pos Semarang. Bangunan ini sampai sekarang masih digunakan untuk kantor Telkom. Bangunan ini dirancang sesuai untuk daerah tropis, berada tepat di mulut jalan Branjangan, waktu itu dinamai jalan STADTHUIS STRAAT.

GEDUNG JIWASRAYA
Bangunan yang terletak di Jl. Let. Jend. Suprapto 23 – 25 ini dibangun pada tahun 1920. Arsitek gedung ini adalah HERMAN THOMAS KARSTEN. Seperti pada bangunan-bangunan rancangannya, gedung ini dirancang sesuai dengan iklim tropis. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai, sampai saat ini digunakan untuk bangunan perkantoran.

GEDUNG MARBA
Dibangun pada pertengahan abad XIX, terletak di Jl. Let.Jend. Suprapto No.33 yang waktu itu bernama DEHEEREN STRAAT, merupakan bangunan 2 lantai dengan tebal dinding kurang lebih 20 cm. Pembangunan gedung ini diprakarsai oleh MARTA BADJUNET, seorang warga negara Yaman, merupakan seorang saudagar kaya pada jaman itu.
Untuk mengenang jasanya bangunan itu dinamai singkatan namanya MARBA. Gedung ini awalnya digunakan sebagai kantor usaha pelayaran, Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL).
Selain kantor tersebut digunakan pula untuk toko yang modern dan satu-satunya pada waktu itu, DE ZEIKEL. Setelah pensium, perusahaan pelayarannya dipegang oleh anaknya MARZUKI BAWAZIR. Saat ini bangunan ini tidak ada aktivitasnya dan digunakan untuk gudang.

GEDUNG PT. SUN ALLIANCE
Bangunan ini berdiri sekitar tahun 1866. Hal ini dibuktikan dibagian kerucut muka gedung bagian atas ada tertulis “SAMARANG 1866″. Gedung ini bagian dari bangunan Borumij Wehry. Gedung ini merupkan gedung tertua yang masih berfungsi dan terawat dengan baik, dan dipakai untuk perusahaan asuransi. Konstruksi bangunan ini sudah mengadaptasi bangun yang berciri untuk udara tropis.

KANTOR PT. RAJAWALI NUSINDO
Bangunan ini terletak di kawasan Jl. Mpu Tantular 11-15 Semarang dibangun pada awal XIX. Semula bangunan ini digunakan untuk kolonial. Kemudian beralih, digunakan untuk kantor dagang OEI TIONG HAM CONCERN. Ia seorang keturunan cina, orang terkaya di Semarang pada waktu itu. Pada waktu kemerdekaan gedung ini diambil alih oleh pemerintah RI dan digunakan sebagai Kantor Panitia Utang Piutang Negara(PUPN). Setelah itu dialihkan fungsikan untuk PT. RAJAWALI NUSINDO.
Bangunan kuno diatas hanya sebagian kecil dari bangunan-bangunan kuno yang terdapat di kawasan Kota Lama yang patut dijaga, dipelihara, dan dilestarikan. Bangunan kuno tersebut merupakan aset budaya Indonesia yang tidak ternilai harganya, baik dari segi arsitekturnya maupun historisnya. Oleh karena itu Pemerintah Kota Semarang harus lebih aktif  menjadikan kawasan Kota Lama sebagai wilayah konservasi di Semarang.

F. Upaya Pemerintah Kota Semarang dalam Konservasi Kawasan Kota Lama
Pemerintah Kota Semarang tidak berdiam diri melihat keberadaan Kawasan Kota Lama yang semakin lama semakin memperihatinkan. Pemerintah Kota Semarang telah mengeluarkan Perda Nomor 8 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Kota Lama. Namun, walaupun sudah terdapat Perda yang mengaturnya, kondisi kawasan Kota Lama lama masih memprihatinkan. Hal ini karena aplikasi dari Perda tersebut masih sangat minim.

Menurut Widya Wijayanti “ada 3 cacat lahir yang dibawa oleh Perda tersebut, yaitu :
  1. Perda disusun berdasarkan rencana-rencana yang berasal dari sewindu sebelumnya. Perda tersebut kurang menangkap dengan jeli perubahan-perubahan yang sedang terjadi di dunia, terutama di tanah air, dan bagaimana perubahan tersebut berpengaruh pada kondisi regional dan Kota Semarang.
  2. Label Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan semestinya tidak perlu membelenggu dan menyebabkan isinya berputar-putar di sekitar penataan fisik bangunan semata, yang pada hal-hal kurang pokok terkadang terjerumus terlalu dalam.
  3. Hak-hak pemilik/penghuni yang harus mematuhi aturan yang disusun pemerintah tidak memperoleh ruang dalam perda tersebut.
 Melihat kekurang itu seharusnya Pemerintah Kota Semarang harus segera merevisi ulang perda tersebut. Pemerintah Kota Semarang harus lebih aktif dan jelih melihat perkembangan Kota Lama Semarang. Pemerintah Kota Semarang harus melakukan konservasi yang terintegrasi pada Kota Lama, dan ada tujuh konsep dalam melakukan konservasi yang terintegrasi yaitu:
  1. merupakan sebuah proses bukan sebuah projek;
  2. konservasi membutuhkan keseimbangan dalam pengembangan dan kebutuhan penghuni;
  3. merupakan gabungan jangka-panjang yang berkelanjutan: sosial (penghuni); ekonomi (skala kecil perusahaan setempat); budaya (konservasi); dan ekologi (sumber daya alam–kesadaran)
  4. lingkungan hidup harus ditingkatkan melalui pro-aktif dan program yang mendukung;
  5. perbaikan keadaan ekonomi penghuni merupakan bagian dari pendekatan;
  6. dibutuhkan partisipasi yang luas dari stakeholders termasuk komunitas setempat;
  7. pengembangan projek skala besar harus dihindari.
Pemerintah kota Semarang harus menerapkan konsep-konsep ini dalam upayanya melestarikan Kota Lama. Konsep ini harus dijalankan secara aktif, berkala, dan berkelanjutan dan juga dibutuhkan peran serta dari masyarakat Semarang jika masih ingin melihat keberadaan  Kota Lama.


PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari penjelasan diatas yaitu :
  1. Konservasi adalah tindakan untuk memelihara sebanyak mungkin secara utuh dari bangunan bersejarah yang ada.
  2. Kawasan Kota Lama Semarang patut dijadikan wilayah konservasi, karena di kawasan tersebut terdapat banyak bangunan-bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda yang mempunyai nilai arsitektural yang tinggi.
  3. Pemerintah Kota Semarang masih kurang memberikan perhatian dalam melestarikan kawasan Kota Lama.

B. Saran
Saran kami dari penulis yaitu :
  1. Perlu adanya perda baru mengenai pelestarian/konservasi kawasan Kota Lama.
  2. Pemerintah Kota Semarang seharusnya lebih sensitif melihat perkembangan Kota Lama Semarang yang dapat dijadikan pusat pariwisata di kota Semarang.
  3. Masyarakat Semarang pada umumnya dan masyarakat di sekitar kawasan Kota Lama pada khususnya, harus memberikan peran serta dalam menjaga kelestarian Kota Lama Semarang, sehingga beban untuk pelestarian Kota Lama Semarang tidak berada sepenuhnya dipundak pemerintah kota.


DAFTAR PUSTAKA

Brommer, B, et.al., Beeld van Een Stadt, Asia Major,Nederland. 1995.
Cramer, B.J.K. Dr. Berlage over moderne Indische Bouwkunst en Stadtsontwikkeling, Indisch
Bouwkundig Tijdschrift 2. 1924, H.6
van der Wall, V.J., Oude Hollandsche Bouwkunst in Indonesia, Hollandsche koloniale bouwkunst in de XVII ein XVIII eeuw, Antwerp. 1942.
van Lier, H.P.J. Semarang´s Stad en ”ommelanden”, ohne Verlag, Semarang. 1928.
van Velsen, M.M.F. Gedenkboek der Gemeente Semarang, N.V. Dagblad de Lokomotief,
Semarang. 1931.

http://www.arsitekturindis.com
http://aergot.wordpress.com
http://wwiyajanti.multiply.com
http://antariksaarticle.blogspot.com
http://indotoplist.com
http://semarang.go.id

Tuhan Saya Menyayanginya

Tuhan Mengapa Engkau Menciptakannya??
Karena makhluk-Mu yang satu ini telah menarik hatiku..

Tuhan Mengapa Engkau mengenalkannya padaku??
Karena makhluk-Mu yang satu itu sangat indah bagiku..

Tuhan..jika aku bisa memohon..
Tolong jagalah kami bersama…

Tuhan..jika aku bisa meminta…
sampaikan CINTA ini padanya…

Tuhan..jika Engkau mengizinkan…
Jadikanlah dia milikku selamanya…

Tuhan, Saya Menyayanginya…..

Kupu-kupu

Lihatlah sayap kupu-kupu  seolah-olah Anda melihatnya untuk pertama kali. Tentu saja Anda akan diliputi rasa kagum melihat penampilan yang sedemikian indahnya, simetri yang tanpa cacat sedikit pun, serta corak dan warna yang memesona. Sekarang bayangkan tentang sehelai kain. Anggaplah bahwa kain itu merupakan kain yang indah bermutu tinggi yang ditenun berdasarkan ilham dari corak kupu-kupu ini.
Apa yang akan Anda pikirkan jika Anda melihat sehelai kain seperti ini di jendela sebuah toko? Mungkin, dalam benak Anda muncul bayangan seorang seniman, yang telah menggambar corak kain ini dan mengambil ilham dari sayap kupu-kupu saat menggambarnya, lalu Anda menghargai cita rasa seninya. Dalam keadaan ini, Anda seharusnya juga menyadari kenyataan ini: cita rasa seni yang Anda kagumi bukanlah milik orang yang menggambar corak kain, yang mengambil kupu-kupu sebagai contoh, tetapi adalah milik Allah, Yang memberi ide dari corak dan warna sayap kupu-kupu.

Sayap kupu-kupu yang berwarna-warni dengan beragam corak yang sangat indah merupakan pengejewantahan cita rasa seni Allah yang menakjubkan dalam warna. Seperti hal nyacorak pada secarik kain yang tidak terjadi dengan begitu saja, simetri warna dan corak pada sayap kupu-kupu yang begitu sempurna tidak mungkin terjadi secara kebetulan pula.

Selain itu, sayap yang hebat ini bukan satu-satunya keistimewaan kupu-kupu yang menarik perhatian. Rancangan tubuh kupu-kupu juga sempurna dalam berbagai segi. Kupu-kupu mengambil makanan dengan mengisap cairan bunga. Kebanyakan kupu-kupu memiliki alat tubuh yang panjang yang disebut proboscis atau belalai, yang digunakan untuk mencapai cairan yang berada di kedalaman tertentu. Proboscis adalah lidah panjang yang digunakan untuk meminum air atau untuk mengisap cairan dari bunga. Kupu-kupu menggulung lidah panjang ini saat tidak digunakan. Panjang lidah ini saat tidak digulung bisa tiga kali panjang tubuh kupu-kupu.


Seperti serangga lainnya, kupu-kupu juga mempunyai kerangka yang melapisi permukaan luar tubuh mereka. Kerangka luar atau eksoskeleton ini terdiri dari piringan keras yang dihubungkan dengan jaringan lembut, yang mirip dengan baju zirah. Bahan yang keras ini disebut “chitin.” Pembentukan lapisan terjadi melalui proses yang sangat menarik. Seperti yang sudah umum diketahui, ulat bulu menempuh proses yang agak rumit yang disebut metamorfosa. Ulat bulu mula-mula menjadi pupa dan kemudian berubah menjadi kupu-kupu. Melalui proses metamorfosa ini, terjadi perubahan tipis pada sayap, antena, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Begitu pula, sel-sel di sejumlah wilayah kunci, misalnya otot-otot dan sayap untuk terbang, tersusun kembali melalui setiap tahap metamorfosa. Selanjutnya, bersamaan dengan perubahan ini, hampir semua sistem pada tubuh—sistem pencernaan, sistem pembuangan, sistem pernafasan,dll menjalani perubahan besar-besaran.

Keanekaragaman rancangan dalam kupu-kupu, seperti juga sayap mereka, adalah milik Allah, Yang Mahakuasa. Allah adalah Yang menganugerahi sifat-sifat kepada setiap makhluk sesuai dengan kebutuhannya.

DNA..Bukti Pengetahuan yang Luar Biasa

DNA dari satu sel manusia saja sudah berisi informasi yang cukup untuk mengisi ensiklopedi yang terdiri dari sejuta halaman. Kita tidak mungkin habis membacanya dalam seumur hidup. Jika seseorang mulai membaca satu kode DNA per detik, tanpa henti, sepanjang hari, setiap hari, akan diperlukan waktu 100 tahun. Sebab, ensiklopedia tersebut berisi hampir tiga miliar kode yang berbeda-beda. Jika kita tulis semua informasi DNA pada kertas, maka panjangnya akan membentang dari Garis Katulistiwa mencapai Kutub Utara. Ini berarti sekitar 1000 jilid buku – lebih dari cukup untuk mengisi satu perpustakaan yang besar.


Lebih dari itu, semua informasi ini terkandung dalam inti setiap sel. Artinya, bila setiap individu terdiri dari sekitar 100 triliun buah sel, maka akan terdapat 100 triliun versi dari perpustakaan yang sama.


Bila dibandingkan dengan jumlah informasi yang telah dicapai pengetahuan manusia hingga saat ini, kita tidak mungkin memberikan contoh yang setara besarnya. Sebuah gambaran yang sulit untuk dipercaya: 100 triliun x 1000 buku! Ini lebih banyak dibandingkan jumlah butir pasir didunia. Lebih jauh lagi, jika kita kalikan jumlah tersebut dengan enam miliar yang kini hidup diBumi, ditambah miliaran yang telah hidup sebelum kita, angka yang didapatkan akan berada di luar jangkauan pemahaman kita. Jumlah informasi itu mencapai ketakterhinggaan.


Beberapa contoh ini menunjukkan betapa dahsyatnya informasi yang begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kini manusia memiliki komputer canggih yang dapat menyimpan informasi dalam jumlah amat besar. Akan tetapi, bila kita bandingkan DNA dengan komputer tersebut, kita akan takjub menyaksikan bahwa teknologi paling mutakhir – hasil timbunan seluruh usaha dan ilmu pengetahuan manusia berabad-abad – belum mencapai kapasitas penyimpanan satu buah sel pun.

Gene Myers adalah salah satu pakar paling terkemuka di Celera Genomics, yakni perusahaan pelaksana Proyek Genome Manusia. Perkataannya sehubungan dengan hasil proyek tersebut merupakan sebuah pernyataan tentang pengetahuan dan rancangan hebat yang terdapat dalam DNA: “Apa yang betul-betul menakjubkan saya adalah arsitektur kehidupan … Sistem ini teramat kompleks. Seolah ini telah dirancang … Ada kecerdasan luar biasa di sana.

Sisi menarik lainnya adalah semua makhluk hidup di planet ini telah diciptakan menurut paparan kode yang ditulis dalam bahasa yang sama ini. Tidak ada bakteri, tumbuhan atau pun hewanyang tercipta tanpa DNA.  Terlihat jelas bahwa seluruh kehidupan muncul sebagai hasil berbagai pemaparan yang menggunakan satu bahasa, dan berasal dari sumber pengetahuan yang sama.
Hal ini membawa kita kepada satu kesimpulan yang jelas. Semua kehidupan di bumi, hidup dan berkembang biak menurut informasi yang diciptakan oleh satu kecerdasan tunggal.

Pernyataan evolusionis, bahwa informasi pada DNA timbul secara kebetulan, sangatlah tidak masuk akal. Hal ini setara dengan mengatakan bahwa ramuan obat pada kertas tersebut juga tertulis secara kebetulan. DNA mengandung rumus molekul terperinci dari 100.000 jenis protein dan enzim, sekaligus perintah yang cermat namun rumit tentang pengaturan penggunaan zat-zat tersebut selama produksi. Disamping itu, juga terkandung rencana produksi berbagai hormon pembawa-pesan serta tata-cara komunikasi antar-sel tempat di mana zat-zat tersebut digunakan, serta segala jenis informasi lain yang rumit dan tertentu.


Pernyataan yang mengatakan bahwa DNA – beserta semua informasi di dalamnya – tercipta secara kebetulan, atau terjadi karena sebab-sebab alamiah, adalah cermin ketidakpahaman atas permasalahan yang ada atau keyakinan buta materialis. Gagasan yang mengatakan bahwa sebuah molekul seperti DNA – beserta kandungan informasinya yang menakjubkan dan strukturnya yang kompleks – dapat dihasilkan secara kebetulan, tidak pantas dianggap serius. Tidaklah mengherankan, para evolusionis berusaha memberi penjelasan dangkal perihal sumber kehidupan, seperti juga berbagai perihal lainnya, dengan menjabarkannya sebagai “rahasia yang belum terpecahkan”.


Air Medidih

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk dipanci terakhir. 

 Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya dimangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?” “Wortel, telur, dan kopi”jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ayah?” Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.


Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,wortel menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupacairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air,bubuk kopi merubah air tersebut. “Kamu termasuk yang mana?,” tanya ayahnya.”Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?”

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapidengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.
Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.







Istilah Abad 22

KKT
KKT adalah singkatan dari Kereta Kecepatan Tinggi. Serupa dengan Train a Grande Vitesse (TVG) di Prancis.

TELEPORTER
Mesin transfer objek dari suatu lokasi ke lokasi lain. Teleportasi dengan proses destruksi dan rekonstruksi adalah penghancuran suatu objek di suatu lokasi dan pembentukan replikanya disisi lain.

TRANSLASI
Konversi data dari suatu format ke format lain.

IVR
Kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras yang memungkinkan orang untuk melakukan tanya-jawab dengan input pada papan kunci atau layar. Saat ini banyak digunakan dalam teknologi CTI (Computer Telephony Integration)

SPEECH RECOGNATION
Identifikasi atau pengenalan pengucapan kalimat oleh mesin. Kalimat yang diucapkan diubah menjadi serangkaian angka untuk dicocokkan dengan “kamus” dalam program.

KNOWLEDGE BASE
Suatu tempat virtual dimana informasi atau data disimpan secara teratur dan terstruktur.

AGEN
Suatu program perangkat lunak mini yang semiotomatis, biasanya diperintahkan untuk melakukan tugas spesifik dan melaporkan hasilnya. Dapat disebut sebagai “robot” perangkat lunak, yang dapat diprogram untuk menjalankan bermacam-macam tugas. Agen cerdas biasanya dapat berjalan tanpa pengawasan dan dapat berinteraksi dengan banyak basis data.

DOMAIN
Alamat internet yang biasanya menunjukkan situs, grup atau perusahaan tertentu, misalnya org.

ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Penggunaan algoritma, model, dan sistem komputer untuk meniru kemampuan persepsi, kognisi, dan pembelajaran yang dimiliki manusia.

FASE TESTING
Fase pengujian untuk memastikan suatu program bersih dari kesalahan

BUG
Error atau kesalahan pada program.

HALLO WORLD
Program sangat sederhana untuk menampilkan teks Hello World, yang biasanya dibuat ketika mempelajari satu bahasa pemrograman baru.

BUG FREE
Kondisi program yang bersih, bebas dari error

DATABASE
Basis data. Tempat penyimpanan data dengan segala karakteristiknya.

HAND GEOMETRY VERIFICATION
Sistem identifikasi dengan memeriksa geometri telapak tangan

BIOMETRIC VERIFICATION
Cara mengidentifikasi orang secara unik melalui satu atau lebih karakter biologisnya

SYSTEM LOG
Catatan mengenai apa saja yang terjadi pada sistem yang diawasi

INITIAL
Kondisi awal sebelum proses dijalankan

DEKOMPRESI
Proses mengembalikan data yang telah mengalami proses pemampatan ke bentuk data semula.

QUANTUM ENTANGLEMENT
Fenomena kuantum mekanik, dimana dua atau lebih objek dapat saling menggambarkan status kuantumnya, yang saling mengacu satu sama lain, walau objek itu terpisah tempat.

LUBANG CACING
“Shortcut” atau jalan pintas dari suatu titik dialam semesta ke titik lain, yang memungkinkan perjalanan lintas ruang-waktu dan lebih cepat dari gerak cahaya di ruang normal.

FAST TRANSIT LIGHT
Perjalanan dengan kecepatan cahaya

CLONING
Proses untuk membuat duplikasi makhluk hidup yang identik secara genetik.

DESTRUKSI
Dalam teleportasi, berarti proses penghancuran objek.

REKONSTRUKSI
Dalam teleportasi berarti proses pembentukan objek yang dihancurkan dengan membentuk replikanya berdasarkan informasi yang dikirimkan.

MIND TRANSFER
Transfer pikiran baik dari manusia ke manusia lain atau manusia ke komputer/mesin

PERJALANAN ASTRAL
Biasa juga disebut out of body experience (OBE) atau pengalaman diluar tubuh. Suatu kondisi jiwa atau roh meninggalkan raga dan mengembara menembus ruang dan waktu.

sumber : sebuah Novel berjudul “LOST IN TELEPORTER kisah cinta abad ke-22″ karya Tria Barmawi

Sabtu, 01 Oktober 2011

Itu Namanya Cinta

Jika kamu masih merasa bahagia…jika di sakiti olehnya itu namanya cinta..

Jika kamu merasa cemburu..dia berada bersama orang lain itu namanya cinta…

Jika kamu ingin dia berada selalu disampingmu  itu namanya cinta…

Jika kamu ingin dia bahagia selalu itu namanya cinta…

Jika kamu merelakan waktumu demi kebahagiannya itu namanya cinta...

Jika kamu menanti-nantikan kabar darinya itu namanya cinta…

Jika kamu khawatir disaat dia tidak ada kabar itu namanya cinta…

Jika disaat kamu jauh..kamu selalu merindukannya itu namanya cinta…

Jika disaat kamu dekat..kamu tidak ingin menjauh darinya itu namannya cinta..

Jika kamu tidak bisa kecewa dengannya walaupun dia mengecewakanmu itu namanya cinta…

Jika kamu ingin tahu segala kegiatannya, kesukaannya, hobinya, dan apapun mengenai dia itu namanya cinta…

Jika suatu saat kamu sedih karena tidak bisa membahagiakannya itu namanya cinta…
Jika kamu marah karena seseorang menyakitinya itu namanya cinta…
dan jika  itu semua terjadi pada dirimu terhadapanya….

Yah..itulah   C  I  N  T  A

Dia..Dia..Dia


Dia…
Seseorang yang ku kenal tanpa terencana..
Namun
Dia…kini menjadi salah satu orang yang berharga bagiku….

Dia..
Sederhana dan dewasa…

Dia…
tak seperti dengan wanita-wanita lain….
Lewat Dia…
saya belajar satu hal penting..
“ketika mencintai seseorang, cintailah dia dengan sederhana, sewajarnya, biarkan cintamu itu mengalir dengan tenang”

Sebuah kalimat bt Dia…
“Aku tak perlu sosok yg sempurna tuk di cintai, namun yang kubutuhkan adalah sosok yang sederhana namun ku dapat mencintainya secara sempurna”….
dan pada diri Dia..ku dapat menemukan semua itu…

Dia…
Kan selalu ada dihatiku…bersama “kesederhanaannya”…



untuk seseorang yang kuCINTAI Rhini Hasriani....

ama_squad89 12/12

Cinta Itu.....


CINTA...


mendengar kata ini setiap orang pasti memberikan persepsi yang berbeda-beda.
Ada yang mengatakan bahwa cinta itu indah, ada yang mengatakan  cinta itu menyakitkan, bahkan sebuah lagu mengatakan bahwa cinta itu buta.....

Cinta itu datang dengan sendirinya, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan dihampiri oleh perasaan yang bernama “cinta”..jadi jika cinta sudah menghampirimu, berusahalah untuk mendapatkannya...

Mendapatkan cinta memang tidak semudah membalikkan telapan tangan, mungkin mendapatkan cinta itu lebih sulit dari mencari jarum di dalam tumpukan jerami atau mencari berlian di dalam kubungan berlumpur, oleh karena itu jika cinta sudah kau dapatkan jagalah dia minamal sebaik Engkau menjaga dirimu sendiri...
                                                                                                
Cinta memang terkadang menyakitkan, namun dari situlah sebenarnya sumber kekuatan cinta..cinta itu akan memberikan kebahagiannya apabila sudah waktunya..

Janganlah kamu mempermainkan cinta seseorang, sehingga membuat orang itu sangat terluka..karena cinta orang tersebut bisa saja malah balik menyerang kamu..

Cinta itu terjadi dari dua hati insani, jadi janganlah kamu sekali-kali memaksakan cintamu kepada seseorang..biarkanlah cintamu mendapatkan ketulusannya sendiri...

Cinta dapat menyerang siapa pun kapan saja, dimana saja, lewat apa saja, jadi persiapkanlah dirimu setiap saat untuk menerima serangannya.


Cinta memang terkadang membuat kita jadi bingung, kadang rasa senang dapat menjadi sedih, kadang rasa sedih menjadi senang..namun didalam “kebingungan” cinta terdapat setitik kebahagian..

Cinta hanyalah sebuah perasaan, sedangkan perasaan tidak ada yang abadi, jadi tidak ada yang namanya cinta abadi, namun yang ada hanyalah “Keabadian Cinta


Janganlah Kamu sekali-kali membenci cinta, karena Kamu masih ada di dunia ini karena masih ada Cinta ALLAH kepadamu